• Jelajahi

    Copyright © BENPARK - Referensi Kura-Kura, Filtrasi, Penyakit Serta Bisnis Ikan Hias
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Peluang Bisnis Ikan Cupang di Indonesia, Auto Jadi Sultan?

    10/27/2024, 08:44 WIB Last Updated 2024-11-29T15:01:42Z

    BENPARK - Ikan Cupang bukan hanya sekadar hobi, melainkan juga bisa menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan. Banyak orang yang berhasil mendapatkan ratusan ribu hingga jutaan rupiah dari penjualan ikan ini. Dengan kemajuan teknologi saat ini, semakin banyak yang menjual ikan Cupang secara online dengan mudah.

    Peluang Bisnis Ikan Cupang di Indonesia

    Namun, bagaimana sebenarnya prospek bisnis ikan Cupang di Indonesia? Apakah menjanjikan keuntungan yang menggiurkan, atau justru terancam punah? Mari kita bahas bersama peluang bisnis ikan Cupang yang bisa jadi menarik untukmu. Penasaran? Yuk, simak ulasannya!


    Industri ikan Cupang di Indonesia


    Sebelum kita menyelami potensi dan tantangan dalam bisnis ikan Cupang, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu keadaan industri ikan Cupang di Indonesia. Mari kita lihat beberapa fakta menarik!


    Ingat nggak berita viral sekitar 19 Juli 2019, tentang ikan Cupang dari Palembang yang harganya melambung hingga 35 juta rupiah? Pelanggannya bukan hanya dari Indonesia, tapi juga sampai ke India, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Singapura. Keren, kan?


    Selain itu, ada berita dari 26 Maret 2019 yang menyebutkan bahwa jenis Fanny Copper (FCCP) sedang jadi tren. Ikan Cupang ini berasal dari Vietnam dan harganya mencapai 3 juta rupiah per pasang. Dan tentu saja, penjual besar tidak hanya menjual satu pasang. Bayangkan saja, omset mereka bisa mencapai angka yang fantastis setiap bulannya!


    Potensi ke depannya


    Seiring dengan perkembangan zaman, menjalankan bisnis apapun, termasuk ikan hias seperti ikan Cupang, kini semakin mudah. Media sosial telah menjadi alat yang sangat membantu, mulai dari Facebook, Instagram, WhatsApp, hingga YouTube. Apa lagi yang kurang?


    Aksesibilitas ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh penjual dan pembeli. Tak hanya itu, konten kreator dan influencer juga berperan besar dalam meningkatkan potensi bisnis ikan Cupang.


    Ingat saat Diwan ikan Cupang sempat trending di YouTube? Dampaknya luar biasa! Banyak orang, baik Youtuber maupun penontonnya, ikut-ikutan membeli ikan Cupang. Semakin banyak Youtuber yang membahas ikan ini, semakin banyak pula peminat baru yang bermunculan.


    Siapa yang diuntungkan? Tentu saja kamu sebagai penjual! Dengan tingginya minat, jualanmu bisa laris manis. Bayangkan saja, dengan populasi Indonesia yang besar, minat untuk memelihara ikan Cupang bisa membuat industri ini bernilai miliaran hingga triliunan rupiah. Setuju?


    Punya tentangan tersendiri


    Bisnis ikan Cupang memang menawarkan peluang besar, tetapi tak lepas dari tantangan yang signifikan. Meskipun potensi keuntungannya menarik, penting untuk memahami rintangan yang mungkin dihadapi.


    Pada tahun 2019, pecinta ikan Cupang dihebohkan dengan kejadian massal pemblokiran akun penjual. Tak peduli seberapa banyak pengikutnya, banyak akun yang dibabat habis. Hanya ada sedikit yang selamat, sangat sedikit.


    Instagram, yang merupakan bagian dari Facebook, tampaknya mulai mengawasi akun-akun yang dianggap melanggar kebijakan. Tak hanya Instagram, Facebook pun ikut menutup banyak grup secara sepihak. Beberapa orang menduga langkah ini berasal dari pihak Facebook sendiri, sementara yang lain berpendapat bahwa organisasi pelindung hewan, seperti PETA, mungkin terlibat dengan melaporkan akun-akun tersebut.


    Jadi, meski ada potensi besar dalam bisnis ikan Cupang, para penjual perlu bersiap menghadapi berbagai tantangan yang bisa muncul.


    Alasan dibanned


    Menurut sudut pandang pihak yang melakukan pemblokiran, alasan di balik tindakan ini adalah karena tempat pemeliharaan ikan Cupang dianggap terlalu kecil. Namun, para penjual ikan Cupang tidak tinggal diam dan menyuarakan protes mereka di kolom komentar postingan PETA.


    Mereka berargumen bahwa ukuran tempat pemeliharaan yang ada memang sesuai untuk ikan Cupang. Masalah ini menarik dan mungkin akan kita bahas di konten selanjutnya. Namun untuk kali ini, mari kita fokus pada sisi bisnis dari ikan Cupang!


    Strategi dan langkah mensisasati


    Sekarang setelah kamu memahami kondisi dan peluang bisnis ikan Cupang, apa strategi yang akan kamu terapkan? Langkah apa yang akan kamu ambil untuk menghadapi tantangan ini?


    Tenang saja, sebagai penjual, kamu tidak perlu bingung. Salah satu langkah terbaik adalah membuat website sendiri. Saat ini, banyak platform dan aplikasi yang memudahkan proses tersebut. Kamu bisa membuatnya dengan cepat tidak sampai 5 menit dan hanya perlu mengeluarkan biaya sekitar 100 ribu saja.


    Kamu menganggap 100 ribu itu mahal? Coba bandingkan dengan potensi omset dari penjualan ikan Cupang yang bisa mencapai jutaan bahkan miliaran rupiah. Itu pasti sebanding, kan?


    Pikirkan tentang website sebagai "rumah" untuk bisnis kamu, sementara media sosial berfungsi sebagai saluran promosi. Jangan lupa untuk memperbanyak kolaborasi! Bekerjasama dengan BENPARK, misalnya, untuk promosi, giveaway, atau bentuk kerjasama lainnya, bisa sangat menguntungkan. Di zaman sekarang, kolaborasi lebih penting daripada bersaing secara langsung.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Bisnis

    +