BENPARK - Ketika berbicara tentang ikan, khususnya ikan air tawar, kita akan menemukan banyak sekali jenis yang bisa dipilih. Sebagai penghobi, terkadang kita justru bingung menentukan ikan mana yang ingin dipelihara karena begitu banyaknya pilihan yang tersedia.
Namun, jika kita memahami karakteristik ikan berdasarkan posisinya terhadap permukaan air, terutama ikan yang berada di area tengah, kita bisa lebih selektif dalam memilih ikan hias. Ikan yang berenang di zona tengah ini sering disebut sebagai ‘Middle Range’.
Keberadaan ikan tipe tengah dalam akuarium memiliki fungsi penting, yaitu membantu membersihkan sisa makanan yang tidak dapat dijangkau oleh ikan yang berada di permukaan atau di dasar air. Terkadang, ikan di bagian atas dan bawah mengalami kesulitan untuk mencapai makanan yang mengapung di tengah, sehingga ikan tipe tengah berperan dalam menjaga kebersihan dengan mengonsumsi makanan yang melayang di area tersebut.
Selain itu, makanan yang berada di zona tengah sering kali tersebar dan sulit dijangkau oleh ikan tipe atas maupun bawah. Dengan adanya ikan tipe tengah, sisa makanan dapat lebih mudah dikonsumsi sehingga kualitas air tetap terjaga.
Lalu, ikan apa saja yang masuk dalam kategori ikan air tawar tipe tengah di part kedua kali ini? Penasaran? Yuk, simak selengkapnya.
1. Genghis Khan
Di posisi pertama, ada ikan yang dikenal dengan nama Genghis Khan, atau dalam bahasa ilmiahnya disebut Pangasius sanitwongsei. Selain itu, ikan ini juga memiliki julukan lain, yaitu Paroon Shark. Namun, di Indonesia, ia lebih populer dengan sebutan "hiu air tawar."
Julukan tersebut tentu bukan tanpa alasan. Jika diperhatikan, bentuk tubuh ikan Genghis Khan memang menyerupai hiu, sehingga ia dijuluki sebagai versi air tawar dari predator laut tersebut.
Ikan ini bisa dibilang memiliki tampilan yang unik, kombinasi antara kesan lucu sekaligus garang. Mulutnya yang melebar ke samping memudahkannya dalam memangsa hewan kecil seperti ikan kecil, udang, dan cacing. Selain itu, sirip atasnya yang menjulang tinggi menjadi daya tarik tersendiri.
Keunikan lain dari Genghis Khan dibandingkan jenis patin lainnya terletak pada sirip punggungnya yang lebih tinggi, ditambah ekor yang panjang, sehingga memberikan kesan lebih eksotis.
Menariknya, ikan ini memiliki kebiasaan berenang mengitari akuarium secara aktif. Sifatnya yang senang bergerak membuat suasana akuarium terasa lebih hidup dan dinamis. Karena itulah, Genghis Khan bisa menjadi tankmate yang ideal untuk ikan tipe tengah lainnya.
Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan, ikan ini bisa tumbuh hingga mencapai panjang 3 meter atau 300 cm. Oleh karena itu, sebelum memeliharanya, pastikan akuarium yang digunakan cukup besar dan mampu menampung pertumbuhannya dengan baik.
2. Golden Dorado
Di posisi kedua, ada ikan Golden Dorado, yang memiliki nama ilmiah Salminus brasiliensis. Ikan ini sering dijuluki sebagai "salmon air tawar."
Julukan tersebut bukanlah tanpa alasan. Jika diperhatikan, bentuk tubuh Golden Dorado memang sangat mirip dengan salmon, baik dari segi postur maupun tampilannya. Tubuhnya berwarna abu-abu keperakan dengan corak yang berkilau. Tak hanya itu, ikan ini juga memiliki rahang yang kuat serta deretan gigi kecil yang tajam, menjadikannya predator yang tangguh dalam berburu mangsa.
Menariknya, Golden Dorado termasuk ikan yang sangat aktif. Mirip dengan Genghis Khan, ikan ini senang berenang mengelilingi akuarium tanpa henti. Semakin luas wadahnya, semakin leluasa pula ia bergerak, menciptakan suasana yang dinamis dalam akuarium.
Bagi kamu yang ingin memiliki akuarium yang tampak lebih hidup dan penuh aktivitas, Golden Dorado bisa menjadi pilihan yang menarik. Namun, perlu diingat bahwa ikan ini bisa tumbuh hingga mencapai panjang sekitar 1,3 meter. Meskipun ukurannya tidak sebesar Genghis Khan, tetap penting untuk mempertimbangkan kapasitas akuarium sebelum memeliharanya.
3. Payara Armatus
Di posisi ketiga, ada ikan Payara Armatus, yang memiliki nama ilmiah Hydrolycus armatus. Ikan ini termasuk salah satu predator air tawar tipe tengah yang cukup populer di kalangan penghobi ikan hias.
Payara Armatus dikenal dengan julukan "Vampire Fish" atau "ikan vampir." Julukan ini tentu bukan tanpa alasan, bentuk fisiknya memang sangat khas dan menyerupai vampir. Rahang bawahnya sedikit lebih maju ke depan, sementara taring panjangnya menjadikannya semakin mirip dengan karakter vampir. Bedanya, jika vampir memiliki taring yang mengarah ke atas, taring Payara Armatus justru mengarah ke bawah.
Di habitat aslinya, ikan ini bisa tumbuh hingga mencapai panjang sekitar 90 cm. Meskipun tidak sebesar ikan-ikan di posisi sebelumnya, ukuran tersebut tetap cukup besar untuk dipertimbangkan sebelum memeliharanya.
Menariknya, Payara Armatus termasuk ikan yang lebih pasif dibandingkan predator air tawar lainnya. Ia cenderung diam di tempat dalam akuarium dan hanya akan bergerak saat berburu mangsa atau jika ada arus air buatan.
Ya, ikan ini memang sangat menyukai arus buatan! Jika kamu memiliki akuarium dengan alat wave maker yang menciptakan arus air, Payara Armatus akan merasa lebih nyaman dan aktif. Oleh karena itu, ikan ini sangat direkomendasikan untuk dipelihara dalam akuarium komunitas yang memiliki sistem arus.
4. Datz Tigerfish
Di posisi keempat, ada ikan Datz Tigerfish, yang sering mendapat julukan "ikan harimau." Julukan ini tentu bukan tanpa alasan, mengingat pola tubuhnya memang menyerupai motif belang khas harimau.
Siamese Tigerfish memiliki garis-garis vertikal berwarna kuning dan hitam yang membentang di sepanjang tubuhnya. Menariknya, jumlah garis ini bisa bervariasi tergantung jenisnya, ada yang memiliki tiga garis, sementara yang lain bisa memiliki empat garis.
Dengan tampilan uniknya, ikan ini bisa menjadi tambahan menarik bagi akuarium, terutama di area tengah. Dari segi aktivitas, Datz Tigerfish tidak terlalu agresif, tetapi juga tidak terlalu pasif, ia bergerak dengan ritme yang wajar seperti ikan pada umumnya.
Meskipun begitu, warna kontrasnya yang mencolok menjadikannya daya tarik tersendiri dalam akuarium, terutama jika kamu ingin menambah variasi warna di dalamnya. Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan, Datz Tigerfish memiliki temperamen semi-agresif. Artinya, terkadang ia bisa bersikap tenang, tetapi di waktu lain bisa menjadi agresif terhadap tankmate-nya.
Jadi, sebelum menambahkan ikan ini ke dalam akuarium, pastikan kamu memilih tankmate yang tepat agar tercipta lingkungan yang harmonis.
5. Kaviat
Di posisi kelima, ada ikan Kaviat, salah satu jenis ikan yang cukup umum di kalangan penghobi ikan hias di Indonesia.
Jika kamu pernah melihat akuarium dengan ikan Arowana, kemungkinan besar kamu juga akan menemukan ikan Kaviat di dalamnya. Banyak penghobi yang mengombinasikan ikan ini sebagai tankmate untuk Arowana karena sifatnya yang cocok untuk hidup berdampingan.
Secara fisik, ikan Kaviat memiliki tubuh yang agak gepeng ke samping. Jika dilihat dari samping, bentuknya menyerupai belah ketupat, hanya saja lebih memanjang. Keunikan lainnya terletak pada ekornya yang bisa berwarna hitam atau kemerahan. Sedangkan untuk jenis albino, tubuhnya berwarna putih kekuningan dengan mata merah yang khas.
Dengan bentuk tubuh yang unik dan perpaduan warna yang menarik, ikan Kaviat bisa menjadi tambahan yang mempercantik tampilan akuarium. Selain itu, ikan ini juga memiliki manfaat lain, ia tidak hanya memakan pelet, tetapi juga gemar mengonsumsi alga atau lumut.
Jadi, jika akuariummu sering dipenuhi lumut yang mengganggu, ikan Kaviat bisa menjadi solusi alami untuk membantu membersihkannya. Kamu bisa mempertimbangkan untuk menambahkan 2-3 ekor ke dalam tank, tergantung kapasitas dan kebutuhan akuariummu.
6. Pacu
Di posisi keenam, ada ikan Pacu, salah satu ikan yang sangat cocok untuk menambah keramaian dalam akuarium. Jika kamu sering menonton video di channel YouTube Irfan Hakim, mungkin kamu sudah tidak asing lagi dengan ikan ini, karena Pacu menjadi salah satu penghuni megatank miliknya.
Salah satu ciri khas unik dari ikan Pacu adalah bentuk giginya yang menyerupai gigi manusia. Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa ini menarik? Jawabannya, karena ikan Pacu memiliki kebiasaan menggigit berbagai benda di dalam akuarium. Salah satu target favoritnya adalah kabel filter yang terendam di dalam air.
Jadi, jangan heran jika suatu hari kamu menemukan kabel filter atau peralatan lainnya di dalam akuarium tiba-tiba rusak, kemungkinan besar, ikan Pacu-lah pelakunya! Untuk mencegah hal ini, kamu bisa melindungi kabel dengan pipa atau pelindung kaca agar tidak mudah digigit.
Dalam hal makanan, ikan Pacu termasuk omnivora alias pemakan segala. Makanannya bisa sangat beragam, mulai dari pelet, buah-buahan, kacang-kacangan, hingga ikan kecil.
Dengan tubuhnya yang bulat agak gepeng serta ukurannya yang cukup besar, ikan ini bisa menjadi pilihan menarik untuk memperkaya tampilan dan ekosistem dalam akuariummu.
7. Belida
Terakhir, di posisi ketujuh, ada ikan Belida. Dua jenis yang paling populer di antara penghobi ikan hias adalah Belida Bangkok dan Belida Jawa.
Ikan Belida cukup sering dijumpai di berbagai akuarium, bukan hanya karena tampilannya yang unik, tetapi juga karena perawatannya yang relatif mudah. Selain itu, harganya pun masih cukup terjangkau. Untuk makanannya, ikan ini bisa diberi pelet, cacing darah, ikan kecil, hingga potongan udang.
Dari segi fisik, ikan Belida memiliki bentuk tubuh yang sangat khas. Dalam bahasa Inggris, ikan ini dikenal sebagai Knifefish, yang berarti "ikan pisau." Nama tersebut sangat sesuai dengan bentuk tubuhnya yang memanjang dan melengkung menyerupai pisau.
Meski tidak terlalu aktif dan cenderung lebih banyak diam di tempat saat berada dalam akuarium, kehadirannya tetap memberikan daya tarik tersendiri. Bentuk tubuhnya yang unik bisa menjadi tambahan variasi dalam koleksi ikan hiasmu.
Nah, itulah tujuh ikan air tawar tipe tengah yang populer di kalangan penghobi ikan hias, bagian kedua dari daftar ini. Bagaimana menurutmu? Apakah ada ikan yang menarik perhatianmu untuk ditambahkan ke dalam akuariummu? Semoga informasi ini bermanfaat.