BENPARK - Bagi kamu yang gemar berkecimpung di dunia kura-kura, pasti sudah tak asing dengan Labi-labi. Bahkan, mungkin kamu pernah mencoba merawatnya.
Namun, tahukah kamu? Merawat Labi-labi ternyata bukan sekadar memberi makan dan menyediakan tempat tinggal. Banyak penghobi yang harus menghadapi kasus kematian hewan ini akibat berbagai faktor, mulai dari infeksi jamur hingga penyakit lainnya.
Hal ini memunculkan anggapan bahwa merawat Labi-labi itu sulit. Tapi, benarkah demikian? Atau mungkin ada cara yang lebih tepat agar mereka bisa tumbuh sehat?
Penasaran? Yuk, simak pembahasannya lebih lanjut!
Labi-labi itu populer lho
Siapa sangka, Labi-labi ternyata cukup populer di kalangan pencinta hewan air! Meskipun banyak orang lebih mengenalnya dengan sebutan Bulus, hewan ini memiliki daya tarik tersendiri.
Kalau kamu pernah mampir ke pasar ikan hias, pasti tak jarang menemukan Labi-labi dijual di beberapa lapak. Biasanya, jenis yang paling sering tersedia adalah Labi-labi Hutan.
Mungkin terlintas di benakmu, “Bukankah Labi-labi lebih dikenal sebagai bahan minyak Bulus untuk kesehatan?” Jawabannya, bisa jadi iya. Namun, tak sedikit juga yang memilih untuk merawatnya dengan penuh kasih sayang.
Hal ini bisa dilihat dari banyaknya penghobi yang membagikan pengalaman merawat Labi-labi di berbagai komunitas kura-kura. Jadi, kamu tim yang mana, merawat atau memanfaatkannya?
Sekilas mengenai Labi-labi
Labi-labi adalah hewan air yang masih satu keluarga dengan kura-kura, tepatnya tergolong dalam famili Trionychidae. Namun, berbeda dengan kura-kura pada umumnya, Labi-labi memiliki ciri khas unik, yaitu tempurungnya yang lunak dan agak datar.
Secara ukuran, tempurung Labi-labi bisa tumbuh hingga 25–40 cm, membuatnya cukup besar untuk digenggam dengan tangan. Warnanya pun beragam, mulai dari abu-abu kehitaman, kecoklatan, hingga kemerahan, sering kali dihiasi dengan bintik-bintik halus yang menambah keunikannya.
Salah satu tanda khas lainnya adalah garis lebar berwarna coklat tua yang memanjang di bagian vertebralnya, dari depan hingga belakang. Pada beberapa individu, bahkan bisa ditemukan empat bercak berpasangan di tengah punggungnya.
Keunikan ini membuat Labi-labi semakin menarik untuk dipelajari dan diamati lebih lanjut.
Karakteristik Labi-labi
Labi-labi memiliki karakteristik yang menarik. Ia adalah perenang ulung berkat kaki-kakinya yang menyerupai dayung. Kemampuannya mengarungi perairan, baik dangkal maupun dalam, begitu luar biasa, bahkan kecepatannya sulit ditandingi oleh manusia.
Tak hanya jago berenang, Labi-labi juga punya kebiasaan unik, yaitu berjemur. Aktivitas ini membantunya menyingkirkan jamur dan bakteri yang bisa membahayakan kesehatannya. Waktu berjemurnya pun tidak menentu, kadang pagi, kadang sore. Namun, jika merasa terancam saat berjemur, ia akan melesat ke dalam air dalam sekejap.
Selain itu, Labi-labi punya satu kegemaran lain yakni pasir! Di habitat aslinya, ia senang mengubur diri di dalam pasir untuk dua tujuan utama, berburu mangsa dan menghindari predator. Kemampuannya dalam menyamar ini menjadikannya salah satu makhluk air yang paling cerdik dan sulit ditebak.
Umumnya Labi-labi dipelihara seperti apa?
Mungkin kamu penasaran, bagaimana sih cara umum memelihara Labi-labi? Biasanya, hewan ini ditempatkan di akuarium bersama ikan-ikan lain atau di kolam khusus.
Para penghobi yang sudah paham cara merawatnya sering memberikan perlakuan ekstra, seperti menambahkan substrat pasir agar Labi-labi bisa bersembunyi dengan nyaman, layaknya di habitat aslinya.
Ketinggian air juga bervariasi tergantung preferensi pemiliknya. Ada yang memilih air cukup dalam agar Labi-labi bisa berenang aktif, sementara yang lain lebih suka air dangkal untuk memudahkan hewan ini mengambil napas tanpa kelelahan.
Begitu pula dengan pola pemberian makan. Ada yang rutin memberi ikan mati, ada yang mengandalkan pelet, dan ada juga yang lebih telaten dengan mengombinasikan berbagai jenis makanan untuk memastikan nutrisinya tetap seimbang.
Setiap metode punya kelebihan tersendiri, tapi yang terpenting adalah memahami kebutuhan Labi-labi agar tetap sehat dan Bahagia.
Tips sebenarnya merawat Labi-labi
Sebenarnya, merawat Labi-labi bukanlah hal yang rumit. Kamu bisa memeliharanya di akuarium atau kolam, dengan satu syarat penting: pastikan ia memiliki akses untuk berjemur.
Jika dipelihara di kolam, kamu bisa dengan mudah menyediakan area khusus sebagai tempatnya berjemur. Namun, jika di akuarium, sebaiknya kamu menjemurnya secara manual setiap hari agar kesehatannya tetap terjaga.
Soal makanan, Labi-labi bisa diberi pelet, tapi memberikan variasi seperti ikan kecil atau potongan udang juga bisa menjadi pilihan yang lebih bernutrisi. Semakin beragam makanannya, semakin baik pula asupan gizinya.
Satu hal yang perlu diwaspadai jika memeliharanya di akuarium adalah potensi kabur. Labi-labi dikenal sebagai pemanjat yang lihai! Jika akses keluar dari akuarium cukup mudah, besar kemungkinan ia akan meloloskan diri. Jadi, pastikan akuarium memiliki penutup yang aman agar ia tetap berada di tempatnya.
Kesimpulan
Apakah memelihara Labi-labi itu sulit? Sebenarnya, jawabannya cukup sederhana yakni tidak sulit, asalkan kamu sudah memahami kebutuhan dan cara merawatnya dengan benar.
Kunci utamanya adalah belajar terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk memelihara. Dengan pengetahuan yang matang, kamu tidak akan kebingungan saat menyiapkan segala hal yang dibutuhkan, mulai dari akuarium atau kolam, makanan, hingga akses untuk berjemur.
Semakin baik persiapanmu, semakin nyaman Labi-labi saat dipelihara. Jika lingkungan dan perawatan sesuai dengan habitat alaminya, hewan ini bisa tumbuh sehat dan berumur panjang.
Jadi, menurutmu sendiri, apakah merawat Labi-labi benar-benar sulit? Atau justru tantangan yang seru untuk dicoba?